Makan banyak tapi tetap langsing? Lihat penjelasannya
Ada beberapa alasan kenapa seseorang bisa makan banyak tapi tetap langsing. Dalam dunia gizi, ini biasanya dijelaskan oleh beberapa faktor berikut:
1. Metabolisme Lebih Cepat
Orang dengan metabolisme basal (BMR) tinggi membakar kalori lebih banyak bahkan saat istirahat.
Faktor yang memengaruhi:
-
Genetik
-
Massa otot lebih banyak
-
Usia (umumnya lebih muda lebih cepat metabolisme)
-
Hormon, terutama hormon tiroid
2. Faktor Genetik
Penelitian menunjukkan bahwa gen berperan besar dalam cara tubuh menyimpan lemak. Beberapa orang secara alami lebih sulit menyimpan lemak meskipun asupan makan cukup banyak.
3. Aktivitas Fisik Tanpa Disadari (NEAT)
NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis) adalah kalori yang terbakar dari aktivitas kecil seperti:
-
Banyak bergerak
-
Sering berdiri
-
Gelisah (fidgeting)
-
Jalan kaki tanpa sadar
Orang yang terlihat “makan banyak tapi kurus” sering kali tanpa sadar sangat aktif.
4. Pola Makan Sebenarnya Tidak Sebanyak yang Terlihat
Kadang terlihat makan banyak, tapi:
-
Tidak terlalu sering ngemil
-
Jarang minuman manis
-
Pilihan makanan tinggi protein/serat yang cepat kenyang
Jadi total kalori hariannya tetap seimbang.
5. Komposisi Tubuh
Orang dengan massa otot lebih tinggi membakar lebih banyak kalori. Otot “mahal energi” dibanding lemak.
6. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, berat badan sulit naik karena kondisi medis seperti:
-
Gangguan tiroid (hipertiroid)
-
Masalah penyerapan nutrisi di usus
-
Diabetes yang tidak terkontrol
Kalau disertai gejala seperti jantung berdebar, mudah lelah, atau berat badan turun drastis, sebaiknya periksa ke dokter.
Posting Komentar untuk "Makan banyak tapi tetap langsing? Lihat penjelasannya"